Perancangan Sistem Pemesanan Online Website Akomodasi

Sistem Pemesanan Online Website Akomodasi
Website adalah suatu istilah yang sangat umum untuk menyebutkan sekumpulan halaman-halaman elektronik yang terdaftar di dalam suatu nama domain tertentu dengan sistem hirarki yang diatur oleh pengembangnya. Saat ini website sangat diperlukan untuk banyak aspek kehidupan, seperti Pendidikan, Transportasi, Kuliner, Pariwisata dan Olahraga. Tujuan utama penulisan makalah ini adalah untuk mengenalkan sistem pemesanan online hotel. Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan sistem pemesanan online kamar hotel adalah untuk meningkatkan pendapatan dengan mengintegrasikan sistem di website yang biayanya lebih murah dan memberikan keuntungan kepada pelanggan agar bisa memesan dan mendapat konfirmasi secara langsung

Kata Kunci : Website, Sistem Pemesanan, Hotel, Pemesanan Online

1. Pendahuluan

Pada saat ini teknologi informasi mengalami perkembangan yang sangat cepat, seiring dengan kebutuhan manusia yang juga terus bertambah. Teknologi memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Saat ini, siapa yang tidak biasa mengikuti perkembangan teknologi, maka dapat dipastikan akan menjadi orang terbelakang.

Peranan teknologi informasi mempengaruhi beberapa sektor kehidupan manusia, sektor pariwisata tidak luput dari pengaruh teknologi informasi. Dengan banyaknya keunggulan dan manfaat dari teknologi informasi banyak pelaku wisata yang menggunakan teknologi untuk mempermudah pekerjaan dan menghasilkan keuntungan.

Sebelum teknologi informasi mempengaruhi sektor pariwisata, penjualan kamar hotel dilakukan melalui agen-agen Tour & travel yang saling bekerja sama untuk menjual produk dari masing-masing agen. Tetapi saat ini teknologi informasi sudah mengubah cara pemesanan kamar hotel yang memberi kesempatan ke pelanggan agar bisa memesan kamarnya sendiri. Banyak bermunculan Online Travel Agent yang menampilkan kamar-kamar yang tersedia secara real-time dan dapat memesan kamar secara instan. 

Online Travel Agent mengenakan komisi untuk setiap pemesanan yang dibuat, hotel harus membayar komisi berdasarkan kontrak yang sudah disepakati. Dengan berubahnya cara pemesanan yang dilakukan pelanggan, semakin banyak pelanggan yang memakai cara pemesanan ini yang membuat pembayaran komisi ke Online Travel Agent semakin banyak.
Solusi yang diajukan untuk mengatasi masalah ini adalah diperlukan suatu sistem pemesanan kamar di website. Keuntungan yang diperoleh dengan menambahkan sistem pemesanan di website adalah untuk meningkatkan pendapatan dari website dan mengurangi pembayaran komisi ke Online Travel Agent.

2.1. Pengertian Sistem

Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan yang digunakan untuk menerangkannya, yaitu pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen. Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang berupa urutan kegiatan yang saling berhubungan yang mempunyai tujuan tertentu. Dengan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. [1]

Secara sederhana, sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Sistem merupakan kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 

2.2. Algoritma Sistem

Algoritma adalah solusi detail secara prosedural dari suatu persoalan dalam notasi algoritmik. [2] Secara sederhana, algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan tidak tergantung pada bahasa pemrograman tertentu. Kata Logis merupakan kata kunci dalam Algoritma. Langkah-langkah dalam  Algoritma harus logis (masuk akal dan mengikuti suatu urutan tertentu, tidak boleh melompat-lompat)  serta harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar.

a. Algoritma Input Data Harga:
  1. Masukan harga
  2. Simpan data di database
  3. Tampilkan harga
b. Algoritma Input Data Ketersediaan:
  1. Masukan ketersediaan
  2. Simpan data di database
  3. Tampilkan ketersediaan
c. Algoritma Pemesanan :
  1. Masukan tanggal masuk hotel 
  2. Masukan tanggal keluar hotel
  3. Nilai total menginap adalah jarak tanggal masuk hotel dan tanggal keluar hotel
  4. Pencarian kamar
  5. Tampilkan kamar tersedia
  6. Masukan jenis kamar
  7. Nilai total adalah harga x total menginap
  8. Tampilkan total
d. Algoritma Landing Page :
  1. Masukan nama
  2. Masukan email
  3. Masukan telepon
  4. Masukan negara
  5. Tampilkan total
  6. Masukan cara pembayaran
  7. Tampilkan “Booking Confirmed”
  8. Kirim email voucher pemesanan

3. Hasil dan Pembahasan

Dalam tahap implementasi mencakup proses pengujian dan implementasi. Tahapan pengujian merupakan tahapan tambahan yang dilakukan untuk memastikan sistem telah bekerja dengan baik. Pengujian menggunakan black box testing atau biasa disebut behavioral testing, berfokus pada kebutuhan fungsional perangkat lunak.  Pada black box testing, memungkinkan pengembang perangkat lunak untuk mendapatkan set kondisi masukan yang sepenuhnya akan melaksanakan semua persyaratan fungsional suatu program. Black box testing mencoba untuk menemukan kesalahan dalam kategori (a) Fungsi tidak benar atau hilang, (b) Kesalahan interface atau antarmuka (c) Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal (d) Kesalahan kinerja atau perilaku (e) Kesalahan inisialisasi dan terminasi. 

3.1. Tahap Pengujian

Pengujian metode black box merupakan pengujian terhadap fungsionalitas input/output dari suatu perangkat lunak. Penguji mendefinisikan sekumpulan kondisi input kemudian melakukan sejumlah pengujian terhadap program sehingga menghasilkan suatu output yang nilainya dapat dievaluasi.

Modul Testing dilakukan dengan menguji  modul : input data harga, input data ketersediaan, pemesanan dan landing page. 

3.2. Modul Testing

Kasus dan Hasil Uji Coba pada form input data harga
Data Masukan
Yang diharapkan
Hasil Pengamatan
Kesimpulan
rates
Sistem mampu memasukan data harga ke database, apabila data harga  kurang dari 0 maka muncul notifikasi kesalahan.
Notifikasi kesalahan muncul
OK
Kasus dan Hasil Uji Coba pada form input data ketersediaan
Data Masukan
Yang diharapkan
Hasil Pengamatan
Kesimpulan
availability
Sistem mampu memasukan data ketersediaan ke database, apabila data ketersediaan kurang dari 0 maka muncul notifikasi kesalahan.
Notifikasi kesalahan muncul
OK
Kasus dan Hasil Uji Coba pada form pemesanan
Data Masukan
Yang diharapkan
Hasil Pengamatan
Kesimpulan
check-in-date
Sistem melakukan validasi data, apabila data check-in-date kurang dari tanggal hari ini maka muncul notifikasi kesalahan.
Notifikasi kesalahan muncul
OK
check-out-date
Sistem melakukan validasi data, apabila data check-out-date kurang dari tanggal hari ini atau kurang dari check-in-date maka muncul notifikasi kesalahan.
Notifikasi kesalahan muncul
OK
room
Sistem melakukan validasi data, apabila data ketersediaan kamar kurang dari 1 maka kamar tidak muncul.
Notifikasi kesalahan muncul
OK

Kasus dan Hasil Uji Coba pada form landing page
Data Masukan
Yang diharapkan
Hasil Pengamatan
Kesimpulan
name
Sistem mampu melakukan validasi data, apabila data nama kurang dari 2 karakter maka muncul notifikasi kesalahan.
Notifikasi kesalahan muncul
OK
email
Sistem mampu melakukan validasi data, Alamat e-mail  kurang dari 6 karakter atau penulisan email kurang tepat, maka muncul notifikasi kesalahan
Notifikasi kesalahan muncul
OK
phone
Sistem mampu melakukan validasi data, apabila data nama kurang dari 11 karakter maka muncul notifikasi kesalahan.
Notifikasi kesalahan muncul
OK
country
Sistem mampu melakukan validasi data, apabila data tidak dipilih maka muncul notifikasi kesalahan.
Notifikasi kesalahan muncul
OK
payment
Sistem mampu menampilkan notifikasi kesalahan apabila tidak memilih cara pembayaran.
Notifikasi kesalahan muncul
OK

3.3. Implementasi

Implementasi dilakukan dengan cara mengunggah memasang (embed) kode sistem pemesanan ke website . Setelah memasang, kemudian dilakukan pelatihan sistem ke pengguna sistem pemesanan hotel. 

Gamelan Bali - Gong Luang (Luwang)

Sejarah Gamelan

Gamelan Gong Luang

Di Bali di temukan sebuah prasasti yang menyebutkan ada istilah musik atau gamelan yaitu prasasti Bebetin yang antara lain bunyinya:


“Pande mas, pande besi, pande tembaga, pemukul, pagending, pabunjing, papadaha, pabangsi, partapuka, parbwang turun dipanglapuan Singhamandawa di bulan besksha, hari pasaran Wijaya manggala”

Jika diterjemahkan bisa menjadi seperti dibawah ini:
“Juru tabuh benyi-bunyian  penari, biduan, juru gepek, juru rebad, tapel-topeng, wayang, di buat oleh pegawai di Singhamandawa bulan ke X yaitu pada pemerintahan raja Ugrasena di Bali.”

Dalam perkembangan-perkembangan sejarah di mana sejak abad ke VIII sampai pada abad ke XVIII adanya kontak antara Jawa dan Bali yang menyebabkan terbawanya banyak barang-barang kesenian, khususnya gamelan, kendatipun berupa instrument yang terpisah. Bentuk gamelan yang di buat dari besi. Dan bergai jenis-jenis Gong yang ada di Bali merupakan instrument kebudayaan Asia Tenggara yang tergolong kebudayaan Melayu Kuna. (Bandem I Made, 1986)

Berarti gamelan yang ada di Bali sudah ada sejak jaman dulu, karena dengan bukti adanya prastasti Bebetin yang berangka tahun 896 Masehi. Gamelan Bali dipengaruhi pula oleh kebudayaan dari Jawa, berarti gamelan yang ada di Bali ini tidak murni dari Bali saja, namun sudah adannya instrument-instrumen gamelan dari Jawa, gamelan di Bali dengan di Jawa hampir mirip karena dipengaruhi oleh faktor tersebut, hanya saja nada yang di lantunkan berdeda-beda bila di cermati Gamelan di Bali lebih cepat di Bandingkan Gamelan yang ada di Jawa.  

Fungsi Gamelan Di Bali

Ada beberapa fungsi dari gamelan yang ada di Bali, diantaranya: berfungsi untuk mengiringi upacara keagamaan, hiburan, presentasi yang artistik, (Bandem I Made. 1986:46). Dimana gamelan befungsi mengiri upacara yaitu gamelan mengiri upacara yang sedang di laksanakan. Dalam upacara Dewa Yajna sudah pasti gamelan yang di pakai itu adalah Gong. Gong ini akan mengiringi jalannya pelaksaan upacara dengan berbagai jenis tetabuhan, dan mengiringi tarian sakral yang di pentaskan pada saat upacara berlangsung. Dalam upacara Pitra Yajna gamelan yang di gunakan itu adalah Angklung dan Gambang, yang mengiri jalannya pelaksanaan upacara tersebut pada saat penguburan, pembakaran atau pada saat pengabenan. Fungsi gamelan sebagai hiburan, yaitu di adakannya pertunjukan gamelan, atau gamelan itu mengiringi tarian hiburan maka gamelan itu berfungsi sebagai hiburan karena dapat menghibur masyarakat. Fungsi Gamelan sebagai presentasi artistik yaitu dengan mengadakan lomba-lomba guna menambah semangat serta wawasan dalam gamelan tabuh. Dan gamelan juga dapat befungsi sebagai pengiring sebuah tarian.

Jenis-Jenis Gamelan di Bali

Banyak jenis gamelan yang di Bali yang di kelompokan ke dalam tiga kelompok, atau di golongan yaitu:

  1. Gamelan Tua
    Saron, Selonding Kayu, Gong Besi, Gong Luang, Slonding Besi, Angklung Kalentang, Gender Wayang.
  2. Gamelan Madya
    Pengambuhan, Semarpagulingan, Pelegongan, Bebarongan, Joged Pingitan, Gong Gangsa jongkok, Babonangan, Rindik Gndrung.
  3. Gamelan Baru
    Pengarjaan, Gong kebyar, Pejangeran, Angklung bilah 7, Joged Bung-bung, Gong Suling. (Dokumentasi Tabuh-Tabuh Bali Klasik.2000:8)

Pengertian Gong Luang

Gong Luang terdiri dari 2 suku kata yaitu Gong dan Luang. Kata “Gong” mengacu pada nama salah satu instrument gamelan tradisional Bali yang terbuat dari bahan perunggu bentuknya bulat seperti nakara, memiliki moncol pada sentralnya dan moncol itulah yang biasanya dipukul. Ukuran gong ini paling besar di antara barungannya (unitnya). Fungsinya dalam barungan adalah sebagai finalis lagu.
Istilah gong juga dipakai untuk memberi nama pada satu barungan gamelan. Contoh: Gamelan Gong Gede, Gamelan Gong Kebyar, Gamelan Gong Suling, Gamelan Gong Beri dan lain sebagainya. Selanjutnya kata “Luang: atau “Ruang” atau “Rong” berarti ruang atau bidang. Istilah “Luang” ini sangat popular dipergunakan dalam dunia perundagian (arsitektur tradisional Bali), untuk menyebutkan nama bidang atau ruang - ruang kosong yang akan diberi hiasan berupa motif - motif ukiran dan sejenisnya. Istilah “Luang” dipakai juga penamaan salah satu lagu Gambang yaitu “Menjangan Saluang”. Menjangan Saluang juga mengacu pada nama salah satu bangunan suci yang terdapat di Merajan/Sanggah (Tempat Suci keluarga bagi umat Hindu Bali). Di Sumatra, dikenal istilah “Saluang” untuk memberi nama pada sebuah bentuk instrumen tiup (seruling).
Menurut I Nyoman Raweg (Sudiana, 1982: 4) istilah “Luang” berarti kurang. Dalam hal ini dikatakan mengatan bahwa apabila unit gamelan tersebut kurang lengkap maka dinamakanlah Gong Luang. Tetapi, lebih lanjut Raweg mengatakan bahwa pendapat ini pun ternyata simpang siur. Pendapat lain menyatakan bahwa justru barungan yang lengkaplah bernama Gong Luang sedangkan yang kurang bernama “Saron” yaitu terdiri atas saron, gangsa jongkok besar dan gangsa jongkok kecil. Kelompok masyarakat lain mengatakan bahwa lengkap atau tidak barungan itu tetap saja namanya Gong Luang.
Terlepas dari pengertian “Luang” yang terpisah - pisah serta terkesan simpang siur tersebut. Pengertian Gong Luang yang dimaksud dalam deskripsi ini tidaklah dalam artinya yang simpang siur itu bahwa yang dimaksud dengan Gong Luang secara umum adalah barungan gamelan yang terdiri dari 7 (tujuh) nada. 5 (lima) buah nada sebagai nada pokok dan 2 buah nada sebagai nada pemero berlaraskan pelog miring. Bentuk gamelan Gong Luang serupa dengan gamelan gong kebyar hanya saja Gong Luang terdiri dari 8 (delapan) atau 9 (sembilan) instrument sedangkan Gong Kebyar terdiri dari 25 sampai 30 instrumen. Sebagaimanina diinformasikan di atas, bahwa dalam Gong Luang terdapat 5 buah nada pokok dan 2 buah nada pemero. Meskipun demikian, pada suatu saat semua nada tersebut berfungsi sebagai nada pokok tergantung pepatutan yang dipakai.

Sejarah Gong Luang

Informasi mengenai Gong Luang. Baik yang berupa informasi oral, buku, deskripsi maupun artikel - artikel lainnya belum banyak ditemui. Oleh karena itu maka uraian mengenai asal - usul sejarahnya lebih banyak bersifat dugaan belaka. Menurut I Nyoman Rembang gamelan Gong Luang diperkirakan berasal dari Majapahit, dibawa ke Bali oleh sekelompok orang setelah kerajaan tersebut mengalami kejatuhan. Atau bisa jadi dibawa oleh sekelompok orang tatkala kerajaan Majapahit sedang jaya. Dugaan ini dilandasi atas adanya kemiripan antara gamelan Jawa yang ada sekarang dengan gamelan Gong Luang yang ada di Bali saat ini. Bedanya hanya terletak pada jumlah instrument. Jumlah instrument gamelan Gong Luang di Bali lebih sedikit dibandingkan jumlah barungan gamelan Jawa sekarang. Selain itu, instrument yang bernama trompong dan riyong yang semula di Jawa dijajar empat - empat dalam satu tungguh, sekarang dijadikan 8 (delapan) dalam satu tungguhnya. Selanjutnya menurut Rembang bahwa apabila dilihat relief - relief gamelan yang terpampang pada dinding - dinding Candi Prambanan di Jawa Timur ternyata memiliki kemiripan dengan Gong Luang di Bali. Maka semakin kuatlah dugaan bahwa Gong Luang berasal dari Majapahit. Bukti lain yang dapat diterangkan bahwa dalam hal tembang atau lagu - lagu yang dipergunakan pada umumnya memakai iringan vokal berbahasa Jawa Kuno atau Jawa Tengahan.
Sejalan dengan pendapat di atas, informan Made Karba (Budana, 1984: 9) mengatakan juga bahwa Gong Luang berasal dari kerajaan Majapahit. Sepanjang pengetahuannya, konon pada zaman dahulu para patih dan punggawa dari kerajaan Kalianget berhasil merampas seperangkat gamelan Gong Luang dari Jawa Timur (Majapahit) dan langsung dibawa ke Bali. Gamelan tersebut didemonstrasikan di Desa Sangsi, Desa Singapadu Kabupaten Gianyar. Selang beberapa hari kemudian, di desa Sangsi terjadi pertempuran antara raja Sangsi melawan raja Singapadu. Akibatnya gamelan itu ditinggal begitu saja di desa Sangsi. Selanjutnya gamelan tersebut dikuasai oleh sekelompok masyarakat (warga Pasek) sampai sekarang. Itulah sebabnya gamelan Gong Luang tersebut dianggap sebagai milik keluarga Pasek (Gong Luang druwe Pasek). Sementara itu gamelan Gong Luang di desa Tangkas Kabupaten Klungkung yang dianggap sebagai Gong Luang yang paling tua usianya di Bali, memiliki sejarah yang menunjang asumsi di atas. Menurut Informan I Nyoman Gejer dari Desa Tangkas ini mengatakan bahwa ayahnya I Nyoman Digul dan Mangku Ranten pernah belajar sekaligus menjadi anggota Sekehe Gong Luang di Puri (Kerajaan) Klungkung. Ketika pecah perang Puputan Klungkung tahun 1908, barungan Gong Luang milik kerajaan tersebut dirampas oleh Belanda. Selanjutnya masyarakat tidak mengetahui dimana barungan Gong Luang itu berada.
Sedangkan barungan Gong Luang yang ada di Tangkas sekarang adalah buatan baru beberapa tahun kemudian, dikerjakan di Desa Tihingan. Nada - nada Gong Luang yang baru ini dibuat semaksimal mungkin mendekati nada aslinya (yang pernah ada di Puri) atas jasa Mangku Ranten. Dari penjelasan informan di atas, rupa - rupanya barungan gamelan Gong Luang di Puri Klungkung tersebut berasal dari Majapahit mengingat hubungan antara kerajaan Klungkug dengan kerajaan Majapahit ketika itu sangatlah akrab.
Lain lagi cerita yang diperoleh di Desa Kerobokan Kabupaten Badung. Keberadaan Gong Luang di desa ini memiliki sejarah yang cukup unik. Sekitar abad XVI (Sudiana, 1982: 16) tersebutlah 3 (tiga) kerajaan kecil di desa itu yakni: Kerajaan Lepang, Kerajaan Taulan dan Kerajaan Kelaci. Ketiga raja di masing - masing kerajaan itu bergelar I Gusti Ngurah. Diceritakan bahwa raja kerajaan Lepang dan Kelaci masih muda. Keduanya sedang berusaha mencari jodoh. Di pihak lain, raja kerajaan Taulan memiliki seorang putri, selain cantik, juga ramah dan penuh sopan santun, Tidaklah mengherankan apabila banyak raja disekitarnya yang tertarik kepada putri ini semua berminat memperistrinya. Dalam waktu cukup lama, raja Taulan bingung menjatuhkan pilihan bagi putrinya. Namun akhirnya raja Taulan menyetujui raja dari Kelaci. Raja - raja lain yang berminat tentu saja kecewa. Namun yang paling kecewa adalah raja kerajaan Lepang.
Pada suatu hari, raja Lepang secara diam - diam memasuki kerajaan Taulan dan akhirnya berhasil menculik Sang Putri. Berita hilangnya Sang Putri segera tersebar. Raja Kelaci yang telah resmi dijodohkan menjadi sangat marah kepada calon mertuanya dan tanpa pikir membakar hangus kerajaan Taulan. Raja Lepang membalas dendam lalu menyerang dan membakar hangus kerajaan Kelaci. Raja Kelaci pun berbalik menyerang dan membakar kerajaan Lepang. Konon, dalam waktu yang tidak begitu lama, ketiga kerajaan itu hancur dan rata dengan tanah. Persada Kerobokan dibanjiri darah di mana - mana. Beberapa orang rakyat yang berhasil menyelamatkan diri ke desa lain. Sepanjang pelarian itu mereka terpaksa “Ngerobok’ (mengarungi) darah. Daerah itulah selanjutnya dinamai desa Kerobokan.
Selang beberapa lama kemudian, seorang petani dari Desa Tektek Peguyangan yang tinggal di Kerobokan memacul tanah - tanah tegalan di bekas kerajaan Lepang. Dia sangat terkejut, karena pada tanah yang digalinya itu ditemukan sebuah gong dan beberapa buah trompong. Gamelan tersebut diduga milik kerajaan Lepang. Seluruh benda itu dibawanya pulang dan diserahkan kepada I Dukuh Sakti. Selanjutnya, di tempat dimana ditemukannya gamelan itu didirikan sebuah Pura. Lama - lama, Pura ini digabung ke Pura Gunung Payung di Banjar Petingan - Kerobokan.
Adapun sebuah Gong dan beberapa trompong yang ditemukan itu, oleh I Dukuh Sakti dan keluarganya yang lain di sekitar Kerobokan ditambahkan lagi dengan alat - alat kelengkapan yang lain dengan mendatangkan ahlinya dari Klungkung. Konon, Pande dari Klungkung tersebut terus menetap di Desa Kerobokan.

Instrumen Gong Luang

Gong Luang diklasifikasikan sebagai gamelan golongan tua. Barungan gamelan Gong Luang tersebut pada umumnya terdiri dari:

  1. Instrumen Berbilah: Gangsa jongkok (2 buah pemade dan 2 buah kantil). Jublag 2 buah, Jegog 2 buah dan Saron.
  2. Instrumen Bermoncol: Trompong 1 tungguh, riyong 1 tungguh, Gong, Kempur, Kajar, Kendang 2 buah, Cengceng dan Suling.

Jumlah instrument tersebut tidaklah mutlak. Hal itu sangat tergantung pada kondisi Daerah atau Desa dimana Gong Luang itu berasal. Jumlah instrument Gong Luang Desa Kerobokan dapat diinformasikan sebagai berikut:
Riyong 2 buah
Kendang 1 buah
Kenyong Ageng 1 buah
Saron 2 buah
Kenyong Alit 1 buah
Jublag 1 buah
Penyahcah 1 buah
Cengceng Ricik 1 pangkon
Jegogan 2 buah
Kempur 1 buah
Gong 2 buah (lanang - wadon)
Jumlah instrument Gong Luang Desa Apuan - Singapadu dapat diinformasikan sebagai berikut:
Kendang 1 buah
Gangsa Ageng 1 buah
Cengceng Kopyak 1 pasang
Riyong 2 buah
Gong 1 buah
Cengceng Ricik 1 pangkon
Gangsa Alit 1 buah
Kajar 1 buah
Jegogan 2 buah
Kempur 1 buah
Saron 2 buah
Jumlah instrument Gong Luang Desa Tangkas - Klungkung dapat diinformasikan sebagai berikut:
Gong 1 buah
Riyong Pemetit 1 buah
Riyong pemero 1 buah
Gambang 2 buah
Gangsa Alit 2 buah
Kendang Bedug 1 buah
Riyong Penyelat 1 buah
Riyong Mananga 1 buah
Gangsa Ageng 1 buah

Bentuk Gong Luang

Susunan nada yang terdapat dalam gamelan Gong Luang berjumlah 7 (nada) atau disebut saih pitu yaitu: ndang, ndaing, nding, ndong, ndeng, ndeung, ndung. Sedangkan pembagian larasnya secara proposional dibagi atas 3 (tiga) yaitu laras pelog, laras selendro, dan laras keselendroan. Dari sini dapat ditafsirkan bahwa Gamelan Gong Luang merupakan babon dari semua jenis karawitan yang ada sebelumnya atau yang mengenal laras pelog dan selendro. Arti sederhananya bahwa gamelan Gong Luang dapat dimainkan dalam laras pelog dan selendro. Hal ini dapat dibuktikan dari susunan nada - nadanya yang diturunkan sedemikian rupa sehingga dikenal pembagian tugas nada - nada yang disebut pepatutan: Selisir, Tembung, Sunaren, Pengenter, Baro, Lebeng. Semuanya ini dapat dikelompokkan ke dalam laras pelog. Sedangkan dalam laras selendro dapat diturunkan patutan: Sekar Kemuning, Pudak Sategal dan Isep Menyan.
Menurut sistem pembagian tugas nada,, dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Patet Selisir : 345713
Patet Sunaren : 45712
Patet Tembung : 34613
Patet Pengenter : 13512
Patet Baro : 35612
Patet Lebeng : 4567123
Patet Sekar Kemuning : 45713
Patet Pudak Sategal : 57134
Patet Isep Menyan : 13547
Sebagai suatu catatan bahwa Gamelan Gong Luang ditinjau dari struktur nada yang dipergunakan hampir sama dengan gamelan - gamelan saih pitu lainnya. Itulah sebabnya suasana laras Gong Luang lebih dekat dengan gamelan Gambang. Dalam hal ini susunan nada Gambang yang ditransfer ke Gong Luang adalah sebagai berikut: Nding, ndong, ndeng, ndeung, ndung, ndang, ndaing.
Pada umumnya dalam barungan gamelan memiliki ciri khas masing - masing sejalan dengan bentuk dan jumlah alat - alatnya. Demikian pula mengenai bentuk lagu (gending) dalam barungan Gong Luang hampir sama atau mungkin juga sama dengan kebanyakan gamelan yang memiliki susunan nada saih pitu (tujuh nada). Asumsi ini perlu dikaji kebenarannya. Perbedaan bentuk lagu yang didasari atas perbedaan bentuk alat, jumlah alat - alat yang fungsional misalnya akan tampak bahwa bentuk lagu - lagu Arja akan berbeda dengan bentuk lagu Gong Luang. Bahkan dalam karawitan vokal kekidungan misalnya hanya dikenal satu bentuk saja tanpa pengawak, pengisep, pengecet dan seterusnya.
Di bawah ini adalah salah satu contoh bentuk (struktur) lagu Gong Luang yang berjudul “Gegitan Malat”  Komposer I Wayan Sinthi, MA sebagai berikut:

  1. Pengawit: Diawali ucapan “Om” yang diucapkan oleh seluruh pengerawit, kemudian dilanjutkan dengan instrumentalia.
  2. Pengawak: Gending ini pararel antara vokal dengan instrumental yang disajaikan sedemikian rupa dengan tiga kali pukulan gong.
  3. Nyalit: Merupakan peralihan lagu berupa instrumentalia
  4. Pengisep: Bagian lagu ini motifnya hampir sama dengan pengawak diselang - seling dengan vokal dan instrumentalia.
  5. Nyalip: Sama dengan di atas yaitu merupakan instrumentalia yang hubung.
  6. Pengecet: Bagian akhir dari vokal dengan irama dinamis dan semarak.
  7. Pakaad: Bagian lagu ini mencapai final, iramanya semakin cepat dan akhirnya terjadi anti klimaks, menurun perlahan secara rikrih, lagu ditutup dengan pukulan Gong.

Bentuk lagu Gong Luang di atas sebenarnya telah mengalami pengembangan dari repertoar Gong Luang yang telah ada. Namun secara umum, repertoar di atas tetap mempertahankan keklasikan yang telah ada dan berakar kuat di dalam masyarakat. Modifikasi di atas semata - mata untuk mengikuti selera masa kini sehingga isu - isu bahwa lagu - lagu Gong Luang kurang diminati generasi muda dapat terjawab. 

Fungsi Instrument Gong Luang

A. Pada Bagian Lagu

Trompong berfungsi sebagai pemurba lagu: mengatur serta memimpin jalannya lagu. Tugasnya memberikan petunjuk mekanisme suatu lagu, bekerja sama dengan kendang untuk mengatur irama. Instrumen lainnya seperti Riyong, Gangsa Pamade, Kantil dan Jublag berfungsi sebagai pemangku lagu serta ikut mengiringi jalannya lagu. Tugasnya dapat tanda mengisi peluang - peluang diantara melodi berupa pola - pola, motif - motif sesuai dengan teknik pukulan masing - masing.

B. Pada Bagian Irama

Kendang berfungsi sebagai pemurba irama: mengatur serta memimpin jalannya irama. Tugasnya memberi aksen serta petunjuk di dalam mengatur mekanisme tetabuhan, juga bertugas untuk memulai serta menghentikan tetabuhan. Kempur dan Jegog berfungsi sebagai pemangku masing-masing irama yakni ikut mengiringi tetabuhan. Tugasnya untuk memberikan sekat (pemenggalan lagu) serta menentukan bagian - bagian tetabuhan. Gong berfungsi sebagai pemangku irama: mengikuti serta mengiringi jalannya irama. Tugasnya untuk mengakhiri fase –frase lagu dan tanda final sebuah lagu.
Tugas dan fungsi masing - masing instrument seperti yang disebutkan di atas tidaklah mutlak demikian. Peluang - peluang kreativitas Sang Pencipta (Penggarap) tetap terbuka sesuai dengan persepsi, obsesi dan wawasannya untuk menangkap perkembangan - perkembangan. Pada umumnya perubahan - perubahan tersebut. Baik berupa penambahan maupun pengurangan berkisar pada:
Instrumen Karawitan
Bentuk Gending
Teknik Pukulan
Fungsi Karawitannya

Teknik Permainan Gong Luang


Teknik atau gegebug dalam gamelan Bali merupakan suatu hal yang pokok, Gegebug atau teknik permainan bukan hanya sekedar keterampilan memukul dan menutup bilah gamelan, tetapi mempunyai konotasi yang lebih dalam dari pada itu. Gegebug mempunyai kaitan erat dengan orkestrasi dan menurut prakempa (sebuah lontar gamelan Bali) bahwa hampir setiap instrument memiliki teknik tersendiri dan mengandung aspek ‟physical behavior‟ dari instrumen tersebut. Sifat fisik dari instrumen-instrumen yang terdapat dalam gamelan memberi keindahan masing-masing pada penikmatnya.
Teknik memainkan gamelan Gong Luang sangat khas dan unik yang tidak didominasi oleh teknik kotekan-kotekan. Teknik permainan Gong Luang juga merupakan sumber dari teknik permainan gamelan Bali lainnya. Dalam gamelan Gong Kebyar, teknik tersebut ditransformasikan dengan istilah ‟leluwangan‟.  Berikut ini merupakan teknik permainan yang dipakai dalam gamelan Gong Luang :

A. Teknik permainan pada instrumen Terompong atau Reyon


  1. Pukulan Ngempat/ngembyang, yang dimaksudkan adalah, memukul secara bersamaan dua buah nada yang sama dalam satu oktafnya.
  2. Pukulan Ngempyung, yang dimaksudkan adalah memukul secara bersamaan dua buah nada yang tidak sama yaitu memukul dua buah nada dengan mengapit dua buah nada ditengah-tengah.
  3. Pukulan Nyilih Asih adalah memukul beberapa nada satu persatu, baik dilakukan dengan satu atau dua tangan secara berurutan maupun berjauhan.
  4. Pukulan Norot Pelan adalah memukul dengan tangan kanan dan kiridengan sistem pemain memukul sambil menutup atau nekes dimanapelaksanaannya bergantian.
  5. Pukulan ubit-ubitan adalah teknik ermainan yang dihasilkan dari perpaduan sistem on-beat (polos) dan of-beat (sangsih). Pukulan polos dan sangsih jika dipadukanakan menimbulkan perpaduan bunyi yang dinamakan jalinan atau bisa disebut interlocking.

B. Teknik permainan pada instrumen Gangsa Jongkok Besar dan Kecil

Pukulan Neliti/ Nyelah adalah memukul kerangka gending atau lagu secara polos dalam arti tidak memakai variasi.

C. Teknik permainan pada instrumen Saron bamboo


  1. Pukulan Neliti/ Nyelah adalah memukul kerangka gending atau lagu secara polos dalam arti tidak memakai variasi.
  2. Pukulan Niltil adalah pukulan satu nada dengan tangan kanan atau kiri yang temponya semakin lama semakin cepat. Pukulan ini biasanya digunakan pada saat mencari pengalihan gending atau lagu.
  3. Teknik Nyangsihin atau ngantung. Pukulan ini bertujuan untuk membuat suara instrumen saron lebih terdengar.

D. Teknik permainan pada instrumen Jublag atau Calung

Pukulan Neliti/ Nyelah adalah memukul kerangka gending atau lagu secara polos dalam arti tidak memakai variasi, pada instrumen Jublag atau Calung pukulannya lebih jarang.

E. Teknik permainan pada instrumen Jegog

Pukulan Ngapus menggunakan tutupan sambil memukul sebelum memukul nada/bilah selanjutnya.

F. Teknik permainan pada instrumen kendang

Pukulan kendang di dalam gamelan Gong Luang, hanya dimainkan pada waktu akan mencari gong atau habisnya satu putaran lagu dan dipukulnya menggunakan panggul.

G. Teknik permainan pada Ceng-Ceng Kopyak


Pukulannya disini, dimainkan dengan sistem cecandetan ceng-ceng kopyak pada umumnya.

H. Teknik permainan Ceng-Ceng Kecek

Pukulan Ngajet adalah memukul intrumen ceng-ceng dengan kedua tangan secara bergantian.

I. Teknik permainan Kajar

Pukulan Penatas Lampah adalah pola pukulan kajar yang menggunakan pola ritme yang sama atau ajeg dari satu pukulan kepukulan yang lain dan mempunyai jarak dan waktu yang sama.

J. Teknik permainan pada instrumen Kempul

Nama pukulannya adalah Selah Tunggul,yang dimana pukulan kempul jatuh sebelum instrumen Gong dibunyikan.

K. Teknik permainan pada instrumen Gong

Jatuhnya pukulan Gong, menandakan lagu itu sudah berakhir karena fungsi dari instrumen gong merupakan sebagai finalis dan nama pukulannya adalah Pukulan Purwa Tangi.

Dapat disimpulkan teknik-teknik gegebug atau pukulan pada gamelan Gong Luang sebagian besar sama dengan teknik-teknik permainan pada gamelan Gong Kebyar dan Gong Gede.

Fungsi Gong Luang

Pada umumnya fungsi Gong Luang. Baik Gong Luang Kerobokan - Badung, Apuan - Gianyar maupun Gong Luang Tangkas - Klungkung memiliki kesamaan.

A. Sebagai sarana dalam upacara

Yang dimaksud dengan “Upacara” adalah upacara adat dan agama Hindu di Bali. Pelaksanaan dari salah satu aspek agama Hindu yakni “Upacara” dan “Upacara, tertuang dalam kegiatan yang mencakup lima kegiatan dalam “Panca Yadnya”. Kelima Yadnya tersebut adalah Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, Rsi Yadnya dan Bhuta Yadnya. Untuk pelaksanaan kelima yadnya inilah Gong Luang tersebut sangat berperan.
Di dalam Dewa Yadnya, Gong Luang berfungsi sebagai penunjang upacara. Alat gamelan yang dipakai pada umumnya hanya Gong Lanang - Wadon, Kempur, Bende, Kempli, Cengceng 6 cakep, Kendang Cedugan Lanang - Wadon, Gangsa Gantung 2 buah, Gangsa Jongkok 2 buah, Riyong 2 tungguh. Perangkat ini tanpa Saron. Nama - nama gending yang biasanya dipakai: Sekar Tanjung, Lodra, Sarwa Manis, Tabuh Telu dan Gilak.
Di dalam Pitra Yadnya seperti Ngaben misalnya alat yang dipakai adalah Gong Luang saja tanpa Saron. Nama - nama gending yang biasanya dipakai adalah sama seperti yang dipakai dalam Dewa Yadnya. Sedangkan dalam rangka: “Memukur” dipakai gamelan lengkap dengan Saron. Adapun nama - nama gending yang biasa dipakai adalah: Pengarit, Kembang Barig, Gondang Puyung, Belumbang, Lilit Tayog, dan Pengayat.

B. Sebagai pengiring tari dalam upacara

Gong Luang juga dipergunakan untuk mengiringi tari - tarian sakral. Yang dimaksud dengan tarian sakral semua tarian yang dilibatkan secara fungsional di dalam rangkaian upacara adat dan agama. Misalnya Tari Topeng, Tari Baris Poleng, Tari Pendet, Tari Rejang dan lain sebagainya.

C. Sebagai sarana “Mayah Sesangi”(Bayar Kaul)

Tradisi ini terjadi di Desa Kerobokan - Badung. Salah satu kasus diuraikan seperti berikut.
Salah seorang warga mempunyai anak berusia kurang lebih dua tahun. Pada suatu malam, anak itu menangis tanpa sebab dan sulit dikendalikan. Kedua orang tuanya mulai bingung dan mulai membayangkan adanya gangguan - gangguan “Niskala” (abstrak). Dalam keadaan tak berdaya seperti itulah Si Orang Tua “Mesesangi” (berjanji) dan diucapkan dalam Bahasa Bali sebagai berikut: “Dumadak ja panak titiange wusan ngeling, tiyang mesesangi pacang ngaturang tipat tampul ring Gong Luange (Semoga anak saya berhenti menangis. Kalau berhenti menangis, saya akan menghaturkan ketupat dihadapan Gong Luang).
Ternyata setelah selesai dia berucap demikian, anaknya berhenti menangis. Maka keesokan harinya, orang tua anak itu menghaturkan (Bayar Kaul) ketupat dihadapan barungan gamelan Gong Luang di desanya itu. Kasus - kasus semacam ini sering terjadi di Desa Kerobokan dan masyarakat di sana menganggap sesuatu yang aneh tapi nyata dan jadilah peristiwa demi peristiwa itu sebagai tradisi.

Bagi kalian yang mau download dalam bentuk makalahnya bisa klik link ini

Courtesy :
https://id.wikipedia.org/wiki/Gamelan_Bali  
http://mchandranugraha.blogspot.co.id/2013/08/gong-luang.html 
http://arsipelagong.com/gamelan-gong-luang/
http://www.balibeyond.com/gamelanbalidoc.html
http://www.isi-dps.ac.id/berita/gamelan-gong-luang/ 
Tags :

Sejarah Gamelan, Fungsi Gamelan Di Bali, Jenis-Jenis Gamelan di Bali, Gong Luang ( Luwang ). Makalah Gamelan Bali

Kenapa Bendera Inggris Ada 2?

Bendera ini bernama Union Jack
Kalau ditanya banyak yang akan menjawab ini adalah bendera negara Inggris alias England?
Jawaban yang benar itu adalah Bendera United Kingdom (UK).

Tulisan ini berawal saat saya menonton EURO 2016 . Saya bertanya kenapa bendera Tim Nasional Inggris dengan tanda + merah dengan dasar putih? dari penasarannya saya dengan sebutan untuk negara inggris yang ada 3 macam, yaitu : United Kingdom, Great Britain, dan England.

step by step penggabungannya.
PETA


Letak Great Britain
Letak United Kingdom
Great Britain (GBR). GBR itu adalah sebutan untuk kesatuan dari England, Scotland, dan Wales. Dengan wilayah terluas adalah untuk England.


United Kingdom (UK). atau lengkapnya United Kingdom of Great Britain and Ireland. United Kingdom adalah kerajaan yang menaungi 4 negara di kepulauan Britania, yaitu 3 negara GBR di atas, ditambah dengan Irlandia (northern Ireland).

England. England atau inggris dalam bahasa indonesia adalah salah satu negara yang ada di dalam UK. Seringkali kita salah dalam menyebut England untuk menyebut keseluruhan dari UK. Bahkan di situs yang saya kunjungi tadi disebutkan bahwa sering terjadi salah sebut seperti itu.
Berikut diberikan beberapa alasan yang kemungkinan menyebabkan mengapa sebutan England lah yang mendominasi di UK ini.

Letak England

  1. London, ibukota dari England merupakan kota terbesar di UK dan letak dari pusat pemerintahan di UK.
  2. Bahasa Inggris (english), merupakan bahasa orang England dan bahasa resmi UK. Wales dan Scotland punya bahasa mereka sendiri sebenarnya.
  3. Anggota kerajaan tinggal di England.
  4. Kebanyakan orang berasumsi bahwa orang British adalah dari english (mungkin dalam hal ini suku), padahal TIDAK. ada Scotish, Welsh dan Irish 
Asal muasal Bentuk Bendera Inggris

Nah, sekarang benderanya. Bendera dari UK itu adalah Union Jack.Gabungan dari 3 bendera, yaitu bendera England, Scotland, dan Northern Ireland.seperti gaambar diatas sebelumnya.!
Nah, dah tau kan knapa kliatannya bendera Union Jack itu kliatan cacat, karena garis merah yang kecilnya ga tepat di tengah2 garis silang putih. saya dulu nyangkanya Union Jack itu adalah bendera Inggris  cuma ane masih bingung, pemakaian UK atau GBR atau england itu bagaimana. Seperti contohnya kalo di World Cup dan EURO itu kan setiap negara maju sendiri-sendiri, baik england, scotland, wales atau northern ireland.jadi disitu bendera Tim Nasional Inggris adalah bendera dengan tanda + merah dengan dasar putih sedangkan klo di F1, Moto GP, kalau gak salah yang dipake tuh nama GBR. Lalu di PBB yang mewakili itu England nya or UK nya, saya juga masih belom ngerti konsepnya seperti apa. Itulah Perbedaan Bendera Inggris dengan Bendera England